Arsenal Mendamba Sosok Pemimpin Dan Berpengalaman
Arsenal

Seperti yang diungkapkan Unai Emery, Arsenal memerlukan satu wajah baru lagi yang punya pengalaman dan jiwa pemimpin demi menyempurnakan skuat.

Romantisme dua dekade lebih bersama Arsene Wenger berakhir sudah, dengan Arsenal kini punya nahkoda baru, Unai Emery. Eks pelatih Sevilla dan Paris Saint-Germain itu mendapat tantangan untuk mengembalikan kejayaan The Gunners atau minimal bisa kembali berada di habitatnya sebagai penghuni empat besar – posisi yang gagal disegel dalam dua musim terakhir – di kampanye 2018/19.

Demi mengakomodasi target sang pelatih, Arsenal telah merampungkan transfer lima pemain anyar, yakni Bernd Leno, Stephan Lichsteiner, Sokratis Papastathopoulos, Matteo Guendouzi dan Lucas Torreira. Namun, deretan wajah-wajah baru ini dinilai belum begitu menyempurnakan skuat Emery.

Sejumlah legenda, di antaranya Ray Parlour mendesak klub kesayangannya mendatangkan sosok pemain tipikal pemimpin. Hal ini diamini Emery, yang akan dengan senang hati seandainya dibelikan satu pemain baru lagi.

TARGET TRANSFER

Arsenal Mendamba Sosok Pemimpin Dan Berpengalaman

Di bawah rezim Emery, ada yang berbeda dengan aktivitas belanja yang dilakukan Arsenal. Di musim panas ini, pria Spanyol itu lebih memilih mendatangkan pemain-pemain yang telah matang lagi berpengalaman. Seolah mendengarkan nasihat dari para legenda, Emery sejauh ini sudah mengangkut sosok-sosok senior seperti Bernd Leno, Sokratis Papastathopoulos dan Stephan Lichtsteiner. Dua nama terakhir bahkan telah berusia kepala tiga.

Meski demikian, keberadaan Sokratis dan Papastathopoulos dipandang belum membangun fondasi kuat di lini belakang Arsenal, yang di musim lalu menempati posisi tujuh besar tim dengan rekor pertahanan terburuk. Legenda Parlour menganjurkan untuk mengangkut bek berjiwa pemimpin seperti Giorgio Chiellini, yang disebutnya sebagai “bek impian Arsenal selama ini”.

Satu figur senior lainnya yang masuk dalam radar Arsenal adalah pilar Sevilla Steven N’Zonzi. Gaya bermainnya yang disebut-sebut menyerupai legenda Patrick Vieira bisa menjawab kebutuhan klub akan sosok pemain berjiwa pemimpin. Terlebih, N’Zonzi merupakan eks anak didik Emery semasa melatih klub La Liga Spanyol itu dan sang gelandang sebelumnya telah malang melintang di kancah Liga Primer Inggris.

Semetara, transfer kejutan yang mungkin terjadi apabila Arsenal benar-benar merealisasikan peminjaman Ousmane Dembele. Belakangan, nama talenta Prancis itu dikait-kaitkan dengan pintu Emirates Stadium. Meski sudah ditegaskan pihak Barca bahwa yang bersangkutan tidak dijual, kedatangan Malcom membuat masa depan Dembele di Camp Nou serba tidak menentu dan sang pemain mulai menatap hengkang atau mungkin akan meminta agar dipinjamkan. Dembele bisa menawarkan eksplosovitas di lini serang demi menciptakan trisula bersama Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette.

PEMAIN YANG MUNGKIN HENGKANG

Arsenal Mendamba Sosok Pemimpin Dan Berpengalaman

Menumpuknya stok pemain di lini tengah setelah hadir Torreira, Guendouzi dan kemungkinan bergabungnya N’Zonzi membuat Arsenal mesti “bebersih” di sektor satu ini agar skuat tidak surplus.

Jack Wilshere sudah duluan angkat kaki dengan memutuskan merapat ke West Ham United. Berikutnya, Aaron Ramsey diperkirakan bakal menyusul dengan Chelsea disebut-sebut jadi destinasi potensial gelandang Wales itu.

The Blues diyakini tengah menyiapkan penawaran senilai £30 juta demi mengangkut Ramsey ke Stamford Bridge sebelum bursa transfer musim panas tuntas. Dengan kontraknya di London Utara tersisa semusim lagi dan sejauh ini belum ada tanda-tanda akan adanya perpanjangan kontrak, Arsenal tampak tidak keberatan menguangkan Ramsey ketimbang melepasnya secara cuma-cuma.

Ada pun Cech, sadar tidak sadar posisinya mulai terancam di bawah mistar gawang pada musim ini menyusul datangnya sosok yang lebih segar, yakni Leno. Dengan usia Cech yang telah menyentuh 36, Emery tentu melihat Leno yang umurnya sepuluh tahun lebih muda memiliki prospek menjanjikan, apalagi melihat pengalamannya bersama Bayer Leverkusen.

EMERY TAWARKAN PERMAINAN RASA SPANYOL

Arsenal Mendamba Sosok Pemimpin Dan Berpengalaman

Di awal perkenalannya sebagai manajer baru, Emery secara gamblang menyatakan, akan memperkenalkan klub barunya ini gaya sepakbola khas ala kompatriotnya, Pep Guardiola. Dengan kata lain, Emery mengusung gaya sepakbola Spanyol sebagaimana yang dilakukan Manchester City ketika juara musim lalu.

Bermain dengan penguasaan bola serta melakukan high-pressing dalam situasi tanpa bola. Dua taktik ini sangat integral dalam sistem permainan Emery, yang membuatnya berhasil membawa Sevilla juara Liga Europa berturut-turut dan kampiun bersama PSG di Ligue 1 musim lalu.

Tidak melulu mengedepankan possession, tetapi ketika tim kehilangan bola, Emery menuntut para pemain secara intensif melakukan pressing. Inilah salah satu alasan mengapa Torreira berada di Emirates Stadium. Peran utama eks Sampdoria ini dapat menunjang permainan ala Emery. Selain handal menahan bola, anak Uruguay ini juga cakap dalam memutus serangan pertama lawan di situasi high-pressing.

PRAKIRAAN FORMASI

Arsenal Mendamba Sosok Pemimpin Dan Berpengalaman

Formasi 4-3-3 menjadi pilihan favorit Emery selama melatih dua klub sebelumnya. Sistem ini akan menjembatani para attacker Arsenal yang lebih dominan diisi tipe-tipe pemain kreatif dan gesit seperti Aubameyang, Chuba Akpom, Lucas Perez sampai Lacazette.

Sistem ini bisa berkembang menjadi 4-1-2-2-1 apabila Emery perlu memanfaatkan stok melimpah di sektor gelandangnya dengan bertumpu pada satu ujung tombak sebagai target man, yang peran ini bisa diemban oleh Danny Welbeck atau Lacazette. Formasi ini juga memudahkan para pemain menerapkan gaya pressing ketat yang dikehendaki sang pelatih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here