Home Sepakbola Analisis & Prediksi : Siapa Juara Liga 1 Musim 2018?

Analisis & Prediksi : Siapa Juara Liga 1 Musim 2018?

26
0
Analisis & Prediksi : Siapa Juara Liga 1 Musim 2018?
Gojek Liga 1

Dengan sisa lima pertandingan, siapa yang paling memiliki peluang menjadi Juara Liga 1 musim ini?

BERITA TERKINI – Liga 1 2018 sudah memasuki etape-etape akhir. Persaingan untuk memperebutkan juara pun semakin sengit. Setidaknya, ada empat tim yang berpeluang besar untuk menjuarai kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tersebut pada musim ini.

PSM Makassar yang sementara ini memuncaki klasemen sementara dengan 53 poin, masih menyisakan lima laga lagi. Begitu pula Persib yang menguntit di tempat kedua dengan 49 poin. Sementara Persija yang menduduki posisi ketiga dengan 48 poin masih harus melakoni enam laga lagi.

Satu tim lainnya yang juga berpeluang besar adalah Bali United yang saat ini menempati peringkat keempat dengan 45 poin. Sebenarnya masih ada empat tim lainnya yang juga berpeluang.

Mereka adalah Bhayangkara FC (peringkat kelima/43 poin), Madura United (peringkat keenam/43 poin), Borneo FC (peringkat ketujuh/42 poin), dan Barito Putera (peringkat kedelapan/40 poin). Tanpa bermaksud mengecilkan peluang empat tim tersebut, dalam ulasan kali ini Goal Indonesia mencoba menganalisis siapa yang berpeluang juara dari empat tim teratas di klasemen saat ini.

Simak ulasan lengkapnya di bawah ini:

PSM MAKASSAR

  • 53 poin
  • 10 November, vs Persebaya Surabaya (away)
  • 16 November, vs Persija Jakarta (home)
  • 25 November, vs Bali United (home)
  • 3 Desember, vs Bhayangkara FC (away)
  • 9 Desember, vs PSMS Medan (home)

Usai memenangkan pertandingan ke-29 Liga 1 melawan Persipura Jayapura, PSM makin bersemangat untuk menatap laga selanjutnya. PSM pun menegaskan bahwa lima pertandingan tersisa wajib dimenangkan untuk meraih juara kompetisi tertinggi tanah air musim ini.

Kembalinya Ferdinand Sinaga memberikan pengaruh besar buat tim asuhan Robert Rene Alberts ini. Sayangnya, menghadapi Persebaya Surabaya, PSM kemungkinan akan kehilangan gelandang asing Mack Klok yang absen karena akumulasi dan juga Rizky Pellu (sanksi komdis). Sementara, Zulham Zamrun dan Hasyim Kipuw masih dalam proses penyembuhan hingga saat ini. Kabar gembiranya, bek asingnya Steven Paulle sudah pasti diturunkan nanti. Hadirnya Steven akan menambah kekuatan lini belakang Pasukan Ramang.

Dari lima pertandingan tersisa, PSM memiliki lawan yang cukup berat. Pertandingan tandang melawan Persebaya dan Bhayangkara FC yang paling menentukan perjalanan PSM untuk merengkuh titel juara liga 1 musim 2018.

Dua laga tandang itu terbilang berat. Persebaya kuat dan ngotot dalam berburu kemenangan. Lalu, Bhayangkara memiliki misi yang sama dengan Persebaya. Jika anak asuh Robert Rene Alberts mampu memenangi dua laga tersebut, kans mereka untuk juara makin terbuka lebar. Meski harus menghadapi dua tim kuat di kandang sendiri. Pasalnya, PSM memiliki rekor cemerlang di kandang sendiri.

“Kita wajib menyapu bersih laga kandang dengan kemenangan,” ungkap CEO PSM Munafri Arifuddin kepada koresponden Goal Indonesia, Muhammad Srahlin R. (gk-69)

Prediksi tambahan poin: 13 poin.

PERSIB BANDUNG

  • 49 poin
  • 11 November, vs PSMS Medan (home)
  • 18 November, vs PSIS Semarang (away)
  • 23 November, vs Perseru Serui (home)
  • 1 Desember, vs Persela Lamongan (away)
  • 9 Desember, vs Barito Putera (home)

Sempat memimpin klasemen dengan jarak poin yang cukup jauh, performa Persib sempat merosot. Akibatnya, perolehan poin Maung Bandung mulai dikejar tim pesaing apalagi para pemain mereka mendapatkan sanksi berupa larangan bermain dan harus melakoni seluruh laga kandang di luar pulau Jawa. Hal tersebut menjatuhkan mental bertanding tim.

Namun, kembalinya para pemain inti setelah menjalani sanksi mengembalikan harapan tim kebanggaan kota Kembang itu untuk mengangkat trofi Liga 1 musim ini. Kembalinya bomber tajam Ezechiel Ndouassel untuk berduet dengan Jonathan Bauman menjadi salah satu alasan Persib kembali lagi ke trek juara.

Untuk mewujudkan ambisi, pelatih Mario Gomez menargetkan untuk menyapu bersih semua laga yang tersisa, yaitu dengan meraih 18 poin dari enam laga terakhir kompetisi. Satu lawan telah terlewati dengan sempurna kala menumbangkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 pada pekan ke-29 lalu.

Namun, menyapu bersih sisa laga dengan kemenangan saja tidak cukup untuk dapat membuat Persib juara. Mereka butuh keajaiban dengan berharap dua tim pesaing mereka, Persija dan PSM terpeleset dengan menelan kekalahan dari lawan masing-masing.

Tantangan paling berat yang harus dihadapi para penggawa Maung Bandung adalah tidak bisa didampingi oleh bobotoh setiap kali bertanding. Selain itu, dengan perjalanan jauh berpindah-pindah kandang tentunya akan cukup menguras energi dan mental para pemain. (Koresponden Bandung: Anggi Riwanto) (gk-52)

Prediksi tambahan poin: 15 poin.

PERSIJA JAKARTA

  • 48 poin
  • 10 November, vs PS TIRA (home)
  • 16 November, vs PSM Makassar (away)
  • 20 November, vs Persela Lamongan (home)
  • 24 November, vs Sriwijaya FC (home)
  • 2 Desember, vs Bali United (away)
  • 8 Desember, vs Mitra Kukar (home)

Persija tengah dalam pacuan meraih titel juara Liga 1 dengan menduduki posisi ketiga klasemen dengan 48 poin, atau selisih lima poin dari PSM yang masih berada di pucuk klasemen.

Keuntungan ada di Persija. Macan Kemayoran baru memainkan 28 pertandingan, menyisakan satu laga tunda kontra Persela Lamongan yang bakal dimainkan di Stadion Patriot Candrabhaga, 20 November nanti. Artinya, Persija berkesempatan memapas selisih poin menjadi dua dengan PSM, jika mampu mengatasi Laskar Joko Tingkir.

Kans itu sebenarnya sudah terbuka lebih lebar andai saja Persija tidak dibungkam Persebaya pada pekan ke-29. Kini, tim arahan pelatih Stefano “Teco” Cugurra harus bekerja lebih ekstra untuk memastikan titel juara.

Persija tidak lagi boleh terpeleset untuk kali kedua. Apalagi, Persib dan PSM sudah menemukan performa mereka. Terlebih untuk PSM, yang begitu stabil selama putaran kedua dan tak punya “kerugian” berupa pemanggilan pemain ke timnas Indonesia untuk Piala AFF.

Mari berhitung. Persija bisa menyapu bersih laga kandang tersisa karena “hanya” menghadapi PS TIRA, Persela, Sriwijaya FC, dan Mitra Kukar. Namun, tantangan sebenarnya adalah ketika tandang menghadapi Bali United dan tentu saja, PSM — yang baru menelan satu kekalahan kandang musim ini.

Tantangan terbesar Teco adalah mencari keseimbangan di tengah absensi Andritany Ardhiyasa dan Riko Simanjuntak yang dipanggil timnas. Kedua pemain tersebut punya peran penting dalam tim. Kapasitas Shahar Ginanjar sebagai kiper pelapis dipertanyakan setelah kejebolan tiga gol oleh Persebaya, sementara Osas Saha yang diplot sebagai pengganti Riko tak bisa memanjakan Marko Simic dan cenderung inkonsisten.

Paling realistis adalah 14 poin bisa diamankan Macan Kemayoran. Itu dengan catatan memenangkan semua laga kandang tersisa. Sementara, mereka jangan sampai kalah ketika berhadapan dengan PSM dan Bali United di partai tandang. (Reporter Goal: Farabi Firdausy)

Prediksi tambahan poin: 14 poin.

BALI UNITED

  • 45 poin
  • 10 November, vs Persipura Jayapura (away)
  • 18 November, vs Persebaya Surabaya (home)
  • 25 November, vs PSM Makassar (away)
  • 2 Desember, vs Persija Jakarta (home)
  • 9 Desember, vs Bhayangkara FC (away)

Kans Bali United menjadi kampiun masih terbuka meski terpaut delapan angka dari PSM. Tim asuhan Widodo Cahyono Putro ini mengoleksi 45 poin hasil 29 kali bertanding. Dengan menyisakan lima pertandingan, Bali United masih memiliki peluang finis di peringkat satu. Namun, harapan mereka tergantung pula pada hasil pertandingan tiga klub di atasnya yakni PSM, Persib, dan Persija.

Jika tiga klub di atasnya tergelincir, bukan hal mustahil bagi Serdadu Tridatu mendaratkan trofi Liga 1 ke Pulau Dewata. Sapu bersih lima laga sisa menjadi hal wajib yang harus diraih pasukan klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar itu.

Sikap optimisme juara pernah dilontarkan oleh Widodo. Saat ditanya asa juara, sang pelatih tak menampiknya. Ia mengaku selalu optimistis terhadap hal itu.

“Prinsip hidup saya, kata optimis itu nomor satu. Itu harus ada. Saya sebagai pelatih kalau tidak punya optimisme, lebih baik jangan jadi pelatih. Pemain juga begitu. Tapi yang penting menjaga kebersamaan, disiplin,” ujarnya belum lama ini.

Bali United akan melakoni laga away kontra Persipura Jayapura. Cukup sulit membawa pulang poin dari markas Mutiara Hitam. Selanjutnya Bali United melakoni laga home kontra Persebaya. Namun, kemungkinan besar poin penuh bisa didapat, mengingat Bali United menjadi tim superior jika bermain di markas sendiri.

Usai menjamu Bajul Ijo, Irfan Bachdim dan kawan-kawan kembali menjalani laga tandang kontra PSM. Tidak hanya Bali United, selaku tuan rumah Juku Eja tentu akan bermain habis-habisan untuk menjaga asa juara. Selanjutnya, Bali United akan menjamu Persija Jakarta dan bermain di markas Bhayangkara FC. Pertemuan dengan Macan Kemayoran akan berlangsung sengit mengingat tim asuhan Stefano Cugurra itu juga membutuhkan poin untuk menggeser PSM.

Tak ada kata lain. Jika ingin mendaratkan piala ke Pulau Bali, seluruh pertandingan harus disapu bersih dengan kemenangan, meski dengan harapan PSM, Persib, dan Persija terpeleset dalam laga tersisa. ( Koresponden Goal: Aldiv Alfasera) (gk-67)

Prediksi tambahan poin: 15 poin

Bagaimana pendapat Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here