Home Berita Sepakbola Bumerang Tensi Rivalitas Domestik Di Tubuh Timnas Inggris

Bumerang Tensi Rivalitas Domestik Di Tubuh Timnas Inggris

2016
0

Tensi rivalitas antarklub Inggris yang tengah memanas di Liga Primer dan Liga Champions bisa menjadi boomerang di tubuh Timnas Inggris.

BERITA TERKINILiga Primer Inggris sedang panas-panasnya. Memasuki etape menuju garis finis, dengan tujuh laga tersisa, big six bersaing ketat untuk kepentingan masing-masing.

Di posisi dua teratas, Liverpool dan Manchester City saling berpacu menjadi kampiun, sedangkan empat tim di bawahnya seperti Tottenham Hotspur, Arsenal, Manchester United dan Chelsea baku rebut tempat untuk tampil di Liga Champions musim depan.

Praktis, tensi rivalitas di antara keenam tim ini sedang mendidih. Intensitas persaingan di EPL musim ini terasa begitu ketat, dengan Liverpool (76) di puncak klasemen mengungguli City (74) dua angka, Spurs yang berada di urutan ketiga dan menghimpun 61 poin, jaraknya cukup berdekatan dengan tiga tim di bawahnya, yaitu Arsenal (60), Manchester United (58), Chelsea (57).

Di tengah panasnya persaingan menuju akhir musim, panggilan bela negara datang. Timnas Inggris sudah harus memulai agenda kualifikasi Euro 2020 pekan ini. Pertama, The Three Lions akan menantang Republik Ceko, Sabtu (22/3) dinihari WIB, sebelum tiga hari berikutnya, di waktu yang sama, mereka bakal meladeni Montenegro. Setelah itu, akan ada duel semi-final kontra Belanda di Portugal dalam ajang Nations League.

Mengingat tensi rivalitas big six sedang membumbung tinggi, sejumlah kalangan menyimpan kekhawatiran soal bagaimana nantinya penampilan Inggris, yang tentu saja skuat mereka sebagian diisi oleh tim-tim yang notabene datang dari penghuni enam teratas liga.

Harry KaneSosok-sosok berbakat seperti Dele Alli dan Harry Kane yang mewakili Spurs, Kyle Walker dan Raheem Sterling-nya Manchester City, Trent Alexander-Arnold dan Jordan Henderson dari kubu Liverpool, Jesse Lingard dan Marcus Rashford yang berasal dari United, sang debutan Callum Hudson-Odoi yang membawa bendera Chelsea, mereka semua telah bergabung dan menjalani sesi latihan perdana, Selasa (19/3) lalu.

Pernah ketika Liverpool gagal menang atas Leicester City gara-gara gol telat Harry Maguire, membuat Walker bersuka cita. Pilar City ini mencuit di Twitter dengan me-mention bek The Foxes itu, seolah memberi selamat telah membantu meringankan pekerjaan The Citizens untuk memperjuangkan puncak klasemen. Lantas, apa jadinya kemudian sikap para pemain The Reds kala berjumpa Walker di timnas?

Masalahnya, pasukan Gareth Southgate lagi bagus-bagusnya saat ini. Di musim panas lalu, banyak pihak terkejut melihat Inggris keluar sebagai semi-finalis Piala Dunia 2018 di tengah berbagai keraguan. Teraktual, Si Tiga Singa kembali menembus babak yang sama untuk menghadapi Belanda di ajang UNL.

Sebagian pandit sepakbola Inggris memahami, salah satu permasalahan yang membuat timnas mereka kerap gagal di turnamen mayor adalah adanya sentimen klub yang dibawa-bawa ke dalam tugas internasional. Seperti diketahui, sudah 52 tahun Inggris tak mencicipi gelar mayor sejak mereka juara Piala Dunia dan kini mereka sedang membangun momentum emas.

Mengukir prestasi di Nations League berpotensi terwujud dalam waktu dekat, sementara Euro 2020 yang sebagian pertandingannya dihelat di Inggris menjadikan timnas optimisme menyudahi dahaga juara.

Sergio AgueroNamun, timbul masalah lainnya. Big six tak hanya bersaing di kancah domestik. Di ranah Eropa pun, mereka tengah bertaruh untuk menahbiskan diri sebagai yang tersohor. City dan Spurs misalnya, mereka akan bertarung di babak perempat-final Liga Champions. Hadirnya empat duta Inggris di fase delapan besar membuka lebar kans musim ini tercipta all-English final di ajang tertinggi antarklub Eropa itu.

Bila skenario di atas terjadi, bakal menciptakan problem tersendiri di tubuh Inggris. Pasalnya, final UCL digelar lima hari sebelum laga semi-final kontra Belanda di ajang Nations League bergulir. Tak bisa digeneralisasi memang, tapi ikatan emosional dengan klub berpotensi terbawa ketika melakoni mandat negara.

Southgate mungkin hanya menyoroti soal aspek fisik anak-anak asuhnya mengenai jadwal final UCL yang tidak bersahabat dengan UNL, di mana waktu untuk mempersiapkan tim terasa singkat, cuma dalam rentang lima hari. Namun, publik Inggris menatap lebih jauh, mereka menyadari timnas rawan konflik internal mengingat agenda internasional terbilang tak selaras dengan agenda klub.

Soal tensi rivalitas di tubuh Inggris ini, buru-buru Kane selaku kapten timnas menetralkannya. Sang penyerang memastikan, para penggawa akan berlaku profesional dengan tidak membawa isu-isu klub ke tengah lingkup timnas.

“Tentu saja mereka ingin saling mengalahkan [saat bermain untuk klub], tetapi mereka tidak akan membiarkan hal itu menghalangi apa yang penting minggu ini, yaitu pertandingan internasional. Saya tidak perlu berbicara dengan mereka tentang itu atau apa pun,” kata Kane dikutip dari Guardian.

“Kami telah mendengar tentang hal-hal yang terjadi di masa lalu, orang-orang yang duduk di tempat berbeda dan tim dipecah [ke beberapa bagian]. Kami tidak boleh demikian di tim. Anda harus 100% bersama,” paparnya.

Lebih lanjut, Kane percaya, para pemain Inggris, meski pun di level klub mereka bisa bersaing dengan panas, tapi jika sudah berbicara timnas, mereka akan tertawa bersama, bersatu dan saling mendukung satu sama lain dengan melepas atribut klub masing-masing.

“Hal terbaik tentang tim ini adalah kami bersenang-senang, tertawa dan bercanda bersama, karena kami tahu ketika kami berada di sini, semua tentang Inggris dan kami mengesampingkan klub. Bahkan dengan Liverpool dan City [yang tengah berebut gelar juara], 100% adalah Inggris,” jelasnya.

Mempersiapkan kebugaran tim secara optimal, seperti yang diharapkan Southgate, tentu saja jadi salah satu faktor penting menghadapi sejumlah jadwal genting.

Akan tetapi, “kebugaran” mental pun tidak kalah pentingnya untuk dicermati sang juru taktik. Kemampuan mengendalikan suhu ruang ganti The Three Lions agar tetap positif dapat menunjang ambisi Southgate untuk membawa kembali negaranya berkibar di belantika internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here