Home Berita Sepakbola Jacksen F Tiago: Saya Pelatih Bunglon

Jacksen F Tiago: Saya Pelatih Bunglon

643
0
Jacksen F Tiago - Saya Pelatih Bunglon
Jacksen F Tiago

Jacksen F Tiago mengaku belum menyiapkan program selepas duel melawan PSS.

BERITA TERKINI – Pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago tidak mau ambil pusing dengan kemungkinan Piala Indonesia 2018 dihentikan sementara waktu, karena PSSI ingin menggelar turnamen Piala Presiden.

Jacksen mengatakan, selama berkarir di Indonesia, baik sebagai pemain maupun pelatih, ia sudah terbiasa menghadapi situasi tidak menentu di sebuah kompetisi. Jacksen pun sudah mengantisipasinya berdasarkan pendidikan yang ia terima di kursus kepelatihan.

“Sebenarnya ini lagu lama. Selama 25 tahun di Indonesia, termasuk sebagai pelatih, saya sudah menjadikan diri sebagai pelatih bunglon, siap beradaptasi dengan segala cuaca, jadi tidak ada masalah,” ujar Jacksen.

“Saat mengikuti kursus kepelatihan, hal pertama yang ditekankan adalah budaya dan aspek psikologis. Itu sangat berdampak bagaimana kami menghadapi kompetisi di sebuah negara.”

Kendati demikian, Jacksen berharap PSSI bisa lebih baik lagi dalam menjalankan roda kompetisi, sehingga pelatih tidak dibuat bingung ketika ingin menyusun program selama satu musim.

“Harapan besar saya tentunya bisa menyusun program untuk kompetisi dari awal sampai akhir. Saya sempat bicara dengan manajemen kemungkinan bermain di Februari, karena sampai sekarang saya belum membuat program. Bulan Januari saya bikin lima program, ternyata tidak terpakai sama sekali,” imbuh Jacksen.

“Saya sebetulnya sudah menyiapkan program, tapi saya mendengar kabar belum ada pertandingan, dan katanya akan ada Piala Presiden, sehingga saya setop dulu. Setelah pertandingan ini [melawan PSS], pemain kami liburkan, dan baru berkumpul lagi 4 Februari.”

“Saya tidak mau berkomentar lebih banyak, karena saya rasa orang PSSI sudah pintar, karena mereka ikut event di AFC dan FIFA. Di sana isinya orang yang lebih pintar dari kita semua.”

“Sekarang hanya dibutuhkan kemauan untuk membenahi semua ini, dan menjadikan kompetisi yang serius. Saya menanggapinya dengan santai, karena kalau ditanggapi dengan stres, saya sendiri yang pusing.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here