Home Berita Sepakbola La Liga Ingin Jadi Favorit Setelah Liga 1

La Liga Ingin Jadi Favorit Setelah Liga 1

131
0
La Liga

La Liga Spanyol siap melakukan kerja sama dengan operator Liga 1 Indonesia untuk perbaikan kualitas banyak aspek.

BERITA TERKINI – Lebih dari separuh fans sepakbola dunia saat ini berasal dari Asia. Indonesia merupakan salah satu pasar kunci yang dibidik banyak operator maupun klub top internasional karena memiliki 59 juta audiens siaran sepakbola. Dari jumlah itu, berdasarkan riset Nielsen, 29,9 juta di antaranya adalah fans LaLiga.

Wajar jika LaLiga ingin meraih hati fans tanah air dengan hadir langsung berinteraksi. Apalagi mengingat ada potensi sebesar 4 juta follower media sosial di negeri ini. Salah satu buktinya, Maret lalu, diluncurkan akun Twitter resmi LaLiga berbahasa Indonesia.

Untuk lebih dapat menjangkau audiens Indonesia, LaLiga menerapkan dua strategi.

“Indonesia adalah salah satu di antara lima pasar kunci LaLiga. Kami menerapkan dua strategi kunci. Pertama, kompetisi lokal. LaLiga sadar, idealnya kompetisi lokal adalah kompetisi nomor satu di setiap negara di dunia. LaLiga ingin mengambil posisi menjadi kompetisi favorit nomor dua,” ujar Rodrigo kepada wartawan di Jakarta.

“Kedua, di Indonesia kami memiliki LaLiga Academy. Hingga saat ini, ini lah satu-satunya akademi yang ada di Asia Tenggara.”

LaLiga berharap dengan pengalaman serta keahlian yang mereka miliki dapat membantu perkembangan sepakbola Indonesia. Awal tahun ini, PT Liga Indonesia baru menyepakati perjanjian kerja sama dengan LaLiga selama tiga tahun untuk saling berbagi informasi tentang peningkatan kualitas manajemen pengelolaan kompetisi.

Mungkin tidak mudah, apalagi setelah pertandingan pembuka Liga 1 Indonesia 2019 antara PSS Sleman dan Arema FC, Rabu (15/5) malam, yang diwarnai kericuhan penonton. Namun, masalah dalam sepakbola adalah masalah yang universal. Dapat dihadapi siapa saja.

“Lima atau sepuluh tahun yang lalu, kami pun menghadapi masalah pengelolaan kompetisi. Misalnya, komersialisasi liga yang tidak efektif, kondisi finansial klub, serta skandal pengaturan pertandingan,” jelas Rodrigo.

“Untuk itu, kami sudah menjalin kerja sama dengan PT Liga Indonesia Baru untuk menawarkan bantuan pengembangan grassroots serta pelatihan untuk pelatih. Kami juga menawarkan pengalaman kami dalam menghadapi situasi seperti kasus pengaturan pertandingan kepada klub-klub Indonesia. Rencananya, dalam waktu dekat kami akan menggelar lokakarya dengan klub-klub Liga 1.”

Pada kesempatan yang sama, LaLiga mengumumkan peningkatan pendapatan selama musim 2017/18 dengan total kenaikan 20,6 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here