Home Sepakbola Malam Magis, Malamnya Cristiano Ronaldo

Malam Magis, Malamnya Cristiano Ronaldo

133
0
Cristiano-Ronaldo

Untuk kesekian kali, Cristiano Ronaldo menegaskan statusnya sebagai Mr Liga Champions dalam malam magis kreasinya.

BERITA TERKINI – “Juventus akan menang 3-0 dan Ronaldo mencetak hat-trick,” percayalah itu merupakan kalimat yang mayoritas diutarakan Juventini, ketika dihujat oleh fans tim lain soal kekalahan 2-0 Juventus dari Atletico Madrid, pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions lalu.

Tampak seperti mengkhayal memang, pasalnya segala hal bagai tidak berpihak pada Juve. Mulai dari fakta Si Nyonya Tua yang tak pernah mampu comeback di Liga Champions sejak musim 2005/06 silam, sampai kenyataan bahwa mereka tak punya sejarah comeback usai tertinggal 2-0 di leg pertama.

Selain itu permainan Juve begitu inferior dan memprihatinkan pada leg pertama. Mencetak tiga gol ke jala Atletico yang tersohor dengan pertahanan spektakuler? Ayolah…

Kritik secara khusus juga membanjiri Cristiano Ronaldo. Didatangkan untuk memperbesar kans Juve raih gelar Liga Champions perdana dalam 23 tahun terakhir, dia baru mencetak sebiji gol dalam enam matchday.

Jelang laga ini pengoleksi lima gelar Liga Champions itu pun dalam tren negatif, karena urung masuk ke papan skor di tiga partai terakhirnya. Sikapnya juga dikecam, usai pada leg pertama lalu mengejek ketidakmampuan Atletico jadi kampiun Liga Champions dibandingkan dirinya yang telah memenangkan lima trofi.

Lebih kejam karena di usianya yang kini sudah menginjak 34 tahun, Ronaldo dicap sudah habis.

Namun hey, jangan lupakan julukan termashyur Ronaldo sebagai Mr Liga Champions. Dia merupakan topskor sepanjang masa turnamen prestise itu, pengoleksi gelar terbanyak, penoreh bejibun rekor, dan sama sekali belum habis.

“Saya yakin 200 persen Cristiano Ronaldo akan jadi Cristiano Ronaldo sesungguhnya melawan Atletico [pada leg kedua] nanti,” ujar kapten Juve, Giorgio Chiellini, dalam konferensi pers jelang laga.

Apa yang kemudian terjadi? Malam magis Liga Champions untuk kesekian kali dikreasikan Mr Liga Champions. Layaknya pernyataan sesumbar para Juventini, Juve menang 3-0 untuk lolos ke perempat-final lewat agregat 3-2 dengan Ronaldo gelontorkan hat-trick!

Tiga gol dicetak Ronaldo lewat spesialisasinya. Dua pertama dengan sundulan mematikan, sementara lainnya yang sekaligus jadi penentu hasil ditorehkannya melalui dentuman kencang 12 pas.

“Inilah mengapa Juve membeli saya, untuk membantu mereka wujudkan malam magis seperti sekarang. Partai ini harus jadi malam spesial dan itu berjalan sebagaimana mestinya,” tutur Ronaldo, seperti dikutip Sky Sport Italia.

Dalam beberapa kesempatan, Juve memang malu-malu kucing untuk mengakui bahwa perekrutan Ronaldo adalah wujud dari obsesi mereka melepas dahaga juara Liga Champions.

Gelar Liga Champions adalah keniscayaan, karena harus diakui kejayaan di level domestik nyaris sedekade terakhir sudah membuat Juventini dan seharusnya pihak klub merasa jenuh.

Memang I Bianconeri mampu dua kali melenggang ke final Liga Champions, tapi selalu kalah karena tak punya sosok pembeda. Figur yang punya kualitas dan mentalitas untuk jadi solusi di momen yang menentukan, yang besar, yang tampak mustahil.

Ronaldo adalah jawabannya, dialah “Icing on the Cake”.

Tatkala malam magis bukanlah hal baru buat Ronaldo, lantas siapakah pemenang terbesar dalam bentrok ini? Jawabannya adalah pelatih Juve, Massimiliano Allegri, yang sebelum bentrok dikecam habis-habisan akibat hasil di leg pertama.

Keputusan taktikalnya layak mendapat kredit, mengingat Allegri tak bisa menurunkan banyak pilar tim layaknya Alex Sandro, Sami Khedira, hingga Douglas Costa. Namun La Vecchia Omcidi dibawanya unggul di segala lini lewat dominasi 63 persen penguasaan bola, tanpa biarkan Atletico lepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.

Allegri juga brilian dalam pemilihan pemain, terutama pada dua sosok yakni Federico Bernardeschi dan Emre Can. Nama pertama tampil cerdas melalui satu assist dan jadi penyebab hadiah penalti. Sementara nama kedua bagai berada di setiap sisi lapangan, amat krusial menjaga keseimbangan permainan Juve.

Dan tentu saja, juru taktik 51 tahun itu wajib berterima kasih pada Mr Liga Champions atas malam magis di Turin. Ya, The Icing on the Cake.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here