Home Berita Sepakbola Mauro Icardi Bicara Tentang Perseteruannya Dengan Inter Milan

Mauro Icardi Bicara Tentang Perseteruannya Dengan Inter Milan

596
0
Mauro Icardi

Mauro Icardi menggunakan media sosial untuk menjelaskan situasi setelah untuk kelima kali namanya tak dicantumkan dalam skuat Nerazzurri yang akan berlaga.

BERITA TERKINI¬†–¬†Mauro Icardi meminta untuk ‘dihormati’ dan mengutarakan pengorbanan serta perjuangannya bersama Inter melalui unggahan di Instagram, di tengah perseteruan yang membuatnya diparkir dari tim utama.

Striker asal Argentina tersebut tak pernah lagi tampil bagi Inter sejak 9 Februari lalu dan kembali disisihkan pelatih Luciano Spalletti jelang laga lanjutan Serie A Italia kontra Cagliari, Sabtu (2/3) dini hari WIB.

Icardi dan istrinya, Wanda Nara, yang juga merupakan agennya, telah terlibat konflik dengan klub dalam beberapa pekan terakhir perihal perpanjangan kontrak, hingga membuat sang pemain dicopot statusnya sebagai kapten tim.

Hukuman bertambah selama tiga pekan terakhir dengan namanya tak dicantumkan dalam skuat yang bertanding, meski belakangan dalih cedera lutut muncul sebagai pembelaan dari pihak klub.

Situasi tersebut membuat masa depan pemain berusia 26 tahun itu di Giuseppe Meazza semakin abu-abu dan memanaskan rumor hengkang dengan sejumlah klub seperti Juventus, Real Madrid, Barcelona, Napoli dan Manchester United sudah berusaha melakukan pendekatan.

Kamis (28/2), Spalletti menolak untuk memberikan komentar apa pun mengenai Icardi, dan justru mengatakan fokusnya hanya dikerahkan kepada pemain yang benar-benar peduli dengan nasib Inter.

Dan, melalui Instagram, Icardi menyuarakan isi hatinya tentang rasa pedulinya terhadap Inter, mengatakan dirinya terjebak dengan klub dalam momen-momen sulit dan dalam situasi di mana dirinya dihadapkan dengan kemungkinan untk pergi seperti yang dialami para pemain lainnya.

Aksi Mauro Icardi di Atas Lapangan Hijau

Berikut bunyi pernyataan Icardi secara lengkap:

“Ini adalah saat-saat paling sulit di mana cinta sejati ditunjukkan,” tulisnya. “Pada saat-saat itu saya memutuskan untuk tetap di Inter, bersama Inter.”

“Ketika saya merasa bahwa dengan gol saya, saya dapat membantu ‘Inter menjadi lebih kuat, dalam banyak hal. Lebih kuat dari masalah Financial Fair Play, lebih kuat dari kesulitan kita, ketika ada banyak yang menilai bahwa sebagai tim kita tidak banyak berarti.”

“Di Inter, bersama Inter dan bagaimanapun juga, saya selalu memutuskan untuk bertahan, dan karena cinta warna-warna ini, saya menolak tawaran yang hampir tidak bisa ditolak oleh pemain profesional, terlebih lagi dalam kondisi yang sama.”

“Saya bermain dengan rasa sakit fisik yang membuat saya menangis setelah pertandingan, dan di hari-hari berikutnya. Tetapi saya selalu bersikeras untuk mengambil risiko, bahkan menentang saran medis, karena saya bisa melupakan setiap rasa sakit di lapangan, dengan satu-satunya tujuan memberikan semua yang saya bisa untuk membantu warna-warna ini.”

“Untuk CINTA dari warna Nerazzurri. Karena hanya ada Inter. Saya menunjukkan kepada anak-anak saya bahwa kita harus tetap berharap. Saya mengajarinya bahwa menang itu sulit, tetapi melakukannya dengan Inter memiliki makna yang unik, yang hanya dipahami dan dirasakan oleh Inter. Mata anak-anak saya tidak berbohong. Cinta untuk Inter ini telah dipelajari di rumah saya.”

“Saya mewujudkan impian saya, saya mewujudkan impian kita semua, Inter, kembali ke Liga Champions, dengan tim di mana saya menjadi kapten. Karena saya selalu merasakan dan menularkan cinta untuk warna-warna ini.”

“Saya selalu tidak setuju dengan mereka yang pada kesempatan pertama mencoba meninggalkan klub. Saya menghormati para penggemar, rekan satu tim, klub, dan semua pelatih yang telah pergi selama saya tetap bertahan.”

“Saya telah berkolaborasi dengan klub, baik di dalam maupun di luar lapangan, dengan memasukkan setiap pemain baru, menunjukkan kepadanya bahwa hanya dengan semangat kita dapat mencapai tujuan kita.”

“Saya tahu apa itu cinta untuk Inter, dan penggemar Inter tahu ini karena mereka telah melihat bagaimana saya menderita, menangis, berjuang dan akhirnya menikmati warna-warna ini. Di Inter. Bersama Inter.”

“Tapi seperti yang dikatakan, semua pengorbanan dilakukan untuk cinta warna-warna ini, dan menghormati semua orang.”

“Saya tidak tahu apakah saat ini ada cinta dan hormat terhadap Inter dan terhadap saya oleh beberapa orang yang membuat keputusan. Saya tidak tahu apakah ada seseorang yang berkeinginan untuk bertindak dan menyelesaikan berbagai hal hanya dan secara eksklusif untuk cinta Inter.”

“Dalam sebuah keluarga bisa terjadi banyak hal, baik atau buruk.”

“Dan untuk cinta yang bisa banyak Anda tanggung, dari segalanya. Tapi itu tidak boleh kurang dari rasa hormat. Ini adalah nilai-nilai saya, ini adalah nilai-nilai yang selalu saya perjuangkan. Dalam cerita saya. Di Inter. Bersama Inter.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here