Home Berita Sepakbola San Siro, Tabu Buat Cristiano Ronaldo

San Siro, Tabu Buat Cristiano Ronaldo

273
0
San Siro, Tabu Buat Cristiano Ronaldo
San Siro

Sejarah memungkinkan bentrok melawan AC Milan di San Siro, bisa berakhir buruk buat Cristiano Ronaldo.

BERITA TERKINI – San Siro atau Stadio Giuseppe Meazza bagi Anda tifosi Inter Milan, adalah jawaban pasti ketika harus menyebutkan salah satu stadion paling legendaris di sepakbola.

Bernama asli Nuovo Stadio Calcistico San Siro, stadion yang diinagurasi pada 1926 silam itu miliki segala syarat untuk mendapat predikat prestise yang disebut sebelumnya. Terletak di jantung salah satu kota paling ikonik di Eropa, jadi kandang dua klub elite Eropa yang mengoleksi sepuluh trofi Liga Champions, pernah menghelat segala ajang akbar sepakbola, dan tentu saja miliki fasilitas terbaik dengan kapastias 80 ribu penonton.

Stadion yang selalu diidam-idamkan seluruh pesepakbola, entah sebagai tuan rumah maupun tamu. Tak terkecuali untuk pesepakbola yang diperdebatkan terbaik sepanjang masa, Cristiano Ronaldo.

Namun jelang kunjungan keenamnya ke San Siro untuk hadapi AC Milan pada Minggu (12/11) dini hari WIB, aura negatif justru membalut bintang yang kini membela Juventus itu.

Bagai tabu, nyaris tak ada kenangan indah setiap kali Ronaldo berkunjung San Siro. Sejarah mencatat dari lima lawatannya, lulusan akademi Sporting CP ini hanya sanggup menang sekali dan telan dua kekalahan.

Kunjungan pertama CR7 ke San Siro terjadi pada 8 Maret 2005 silam bersama Manchester United, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2004/05. Tampil penuh 90 menit, timnya kalah 1-0 dari Milan karena gol semata wayang Hernan Crespo.

Kembali melawat pada 2 Mei 2007 dengan jersey dan lawan yang sama, hasil lebih buruk didapat Ronaldo. Milan membantai United 3-0 untuk pastikan diri ke final Liga Champions 2006/07, lewat keunggulan agregat 5-3.

Ronaldo akhirnya terhindar dari kekalahan pada kunjungan ketiganya, 24 Februari 2009. Mendapat teror 79 ribu penonton, hasil imbang kacamata didapat dari Inter, untuk menstimulasi kelolosan United ke babak perempat-final Liga Champions 2008/09.

Meski begitu kemenangan tak lantas diraih Ronaldo, karena kembali petik hasil serupa dalam kunjungan kelimanya ke San Siro. Kali ini bersama Real Madrid, yang ditahan imbang 2-2 oleh Milan pada babak grup Liga Champions 2010/11. Los Blancos nyaris kalah andai Pedro Leon tak cetak gol penyetara kedudukan di menit keempat masa injury time.

Pada akhirnya kemenangan didapat Ronaldo dalam kunjungan kelimanya, yang miliki arti spesial. Kali ini tidak melawan Milan atau Inter, melainkan Atletico Madrid yang jadi lawan Madrid di final Liga Champions 2015/16.

Berakhir imbang 1-1 selama 120 menit, Los Galacticos pada akhirnya jadi juara usai menangi babak adu penalti. Ronaldo jadi penentu, berkat eksekusi pamungkasnya. Namun kemenangan tersebut terasa tak seutuhnya valid, karena tidak diraih di waktu normal 90 menit pun babak perpanjangan waktu.

Menjadi lebih ironis bahwa dalam lima lawatan Ronaldo ke San Siro, dia bisa disimpukan selalu bermain buruk. Tak satup pun gol maupun assist ditorehkan yang notabene merupakan tugas utamanya sebagai andalan di lini depan.

Namun seperti yang suda-sudah, Ronaldo selalu mampu memberi jawaban ketika media dan publik mulai mengulik kekurangannya. Akankah jawaban itu hadir dini hari nanti?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here