Home Berita Sepakbola Seleknas Bulutangkis 2022 Menggila, Diikuti 379 Atlet

Seleknas Bulutangkis 2022 Menggila, Diikuti 379 Atlet

48
0

Kompas-bola.com – Seleksi Nasional cabang olahraga bulutangkis akan segera diselenggarakan oleh PBSI. Tentu menjadi ajang yang sangat ditunggu oleh atlet baru. Terutama yang sedang berusaha lolos menjadi pilihan para pelatih.

Ternyata pada pelatnas kali ini cukup mengejutkan karena total 379 atlet akan ikut serta. Tentu berasal dari 27 provinsi berbeda di Indonesia. Jumlah tersebut cukup mengejutkan karena menggambarkan minat peserta.

Nantinya semua peserta seleknas tersebut akan saling bersaing merebutkan peluang menuju Kawah Candrimuka. Di mana sudah kita kenal sebagai tempat pembinaan pebulutangkis. Tentu sangat didambakan oleh peserta.

Besarnya Animo Atlet Bulutangkis Mengikuti Seleknas

Seleknas PBSI pada tahun ini akan diselenggarakan tepatnya 10-15 januari 2022. Pada lima hari seleksi tersebut, diharapkan muncul bibit baru lagi. Terutama yang memiliki kualitas dunia dan menjadi harapan baru.

Ketum PBSI yakni Agung Firman menjelaskan mengenai besarnya jumlah peserta. Beliau menganggap banyaknya atlet yang menjadi bagian seleknas termasuk kabar positif. Terutama untuk menjaring lebih banyak atlet bagus.

Hal ini juga berpengaruh terhadap besarnya persaingan antara satu atlet yang yang lainnya. Karena persaingan tersebut skill dan kemampuan pasti semakin meningkat. Termasuk mental yang semakin kuat dari pebulutangkis.

Agung Firman yang ditemui di Pelatnas Cipayung cukup bahagia dengan seleksi yang akan dilakukan. Terutama meski kemungkinan lebih panjang, akan lebih seru. Tetap bisa ditemukan berlian baru dalam olahraga badminton.

Karena jumlahnya sangat besar, mau tidak mau PBSI kemudian berpikir lebih serius. Terutama berkaitan dengan apa format seleksi yang harus dilakukan. Harus lebih efisien tapi hasilnya tidak mengecewakan setelah selesai.

Sebelumnya untuk metode yang dipakai adalah dua divisi sekaligus. Antara lain Divisi 1 dan Divisi 2 untuk pelatnas sebelumnya. Tapi pada tahun 2022, semua atlet disama ratakan skill atau kemampuannya.

Melihat format seperti ini, pastinya membuat setiap atlet akan berjuang lebih keras. Terutama untuk menarik hati pelatih, bukan hanya sekedar lolos. Apalagi saingannya juga banyak yang telah menjadi juara daerah.

Pembukaan Jalan Baru Bagi Pebulutangkis Baru Berpotensi

Penggunaan metode yang berbeda dibanding sebelumnya tentu memiliki banyak manfaat penting lainnya. Contoh untuk mempermudah mencari calon atlet nasional. Apalagi jika berasal dari daerah atau klub kecil.

Meski PBSI memiliki cabang pada setiap daerah, bukan berarti semudah itu melakukan pencarian pebulutangkis. Terlebih jika memang berasal dari amatir. Ditambah lagi belum mengikuti ajang atau turnamen nasional.

Agung Firman berharap seleknas kali ini bisa menghasilkan atlet dari daerah mana saja. Tidak pandang provinsi atau kota kelahiran pebulutangkis tersebut. Melainkan hanya memandang kemampuan sebagai atlet nasional.

Disini sebenarnya meski menjaring banyak atlet potensial, tapi fairplay tetap dijalankan. Dalam artian setiap juara pada semua kategori akan masuk pelatnas. Tentu saja segera masuk menuju persaingan di Cipayung.

Penambahan metode baru ini sebenarnya sudah sangat sejalan dengan visi misi PP PBSI. Terutama yang telah dijalankan mulai dari 2020-2024 mendatang. Perlu ada perubahan yang mendatangkan hal positif pada bulutangkis.

Sebenarnya maksud penyelenggaraan seleknas ini juga sekaligus untuk meneruskan misi strategis PBSI. Terutama untuk mengembalikan nama Indonesia sebagai penguasa bulutangkis. Tentu agar lebih superior dari sebelumnya.

Terlebih saat ini banyak negara lainnya sudah membangun sistem olahraga badminton secara profesional. Tidak menutup kemungkinan menyulitkan Indonesia pada beragam kejuaraan. Buktinya di masa depan persiangan lebih ketat.

Dengan melimpahnya atlet yang mengikuti seleknas kali ini, tentu menjadi harapan baru bagi penggemar bulutangkis. Terutama agar ada atlet baru menjadi wakil negara. Terutama dalam berbagai kejuaraan besar internasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here