Home Berita Sepakbola Shin Tae-Yong Pilih Striker Beda Generasi di Timnas Indonesia

Shin Tae-Yong Pilih Striker Beda Generasi di Timnas Indonesia

205
0

Kompas-bola.com – Shin Taeyong memanggil beberapa striker untuk bisa membuat timnas Indonesia semakin kuat saat laga uji coba lawan Timor Leste. Laga tersebut digelar pada tanggal 24 dan 27 Januari 2022.

Uji cob FIFA tersebut diselenggarakan di Bali, dan untuk memperkuat timnas Indonesia memanggil sebanyak 27 pemain. Total keseluruhan pemain tersebut, Shin Taeyong memasukkan sebanyak 4 striker yang dipilihnya.

Keempat pemain penyerang tersebut bisa dikatakan ada dalam beda generasi. Mereka ialah Dedik Setiawan, Ronaldo Kwateh, M Rafli, serta Hanis Saghara, dimana keempatnya ialah kombinasi dari pemain berbeda generasi.

Mereka dari pemain senior, U-23, dan juga U-19. Melihat lini pertahanan yang dibuat tersebut pastinya tampak lebih menarik, sebab hal itu juga menjadi bukti apabila Taeyong ingin membentuk tim kuat.

Pastinya juga bukan hanya generasinya saja yang berbeda, pemain penyerang pilihan Shin Taeyong juga punya karakter beda. Pastinya Anda juga penasaran bagaimana lini pertahanan dari timnas Indonesia lawan Timor Leste nanti.

Nama-nama Striker Pilihan Shin Taeyong

Bagaimana karakter dari penyerang pilihan pelatih Timnas Indonesia tersebut. Jika Anda penasaran, berikut ini beberapa ulasan singkat mengenai keempat pemain yang dipilih Shin Taeyong untuk memperkuat timnas.

  1. Dedik Setiawan

Pertama ialah pemain yang jadi bahan perbincangan netizen setelah pertandingan Piala AFF 2020 di Singapura lalu. Selama tim Garuda bertanding di Singapura, Dedik dianggap tidak banyak berkontribusi.

Selama 6 laga yang sudah dijalankan oleh skuad merah putih, permain asal Arema FC tersebut sama sekali tidak menciptakan gol. Sementara itu, di level klub-nya, performa dari Dedik juga kurang.

Pada musim 2018-2019 liga 1, ia pernah jadi striker berprestasi dan setelah istirahat cukup lama di 2019, ketajamannya menghilang. Kala itu, ia beristirahat karena harus operasi lutut.

 

Namun tetap saja ia punya kelebihan yakni tipe striker ngotot serta cepat. Di timnas Indonesia ia juga jadi pemain penyerang paling senior dan dikenal santun diluar.

  1. M Rafli

Pemain Arema FC ini paling sering jadi gelandang serang dan pernah jadi targetmat serta lumayan subur. Saat bermain di level klub, performa M Rafli cukup bagus.

Banyak orang menilai ia harus masuk dalam tim Piala AFF 2020 dan lebih pantas jadi striker timnas garuda daripada Dedik. Kelebihannya ialah lebih kuat menahan bola dengan skill apik.

Perannya sebagai second striker dan kelebihan lainnya punya tanggung jawab akurat. Namun sayangnya, fisik Rafli tidak sebagus lainnya, jadi saat babak kedua ia ditarik keluar.

  1. Hanis Saghara

Hanis terbilang kurang tajam dengan perannya pemain penyerang ini. Hal tersebut dapat diamati dari performanya pada klubnya Persikabo 1973 dan saat Piala AFF 2020 lalu.

Namun dibalik kelemahannya itu, ada hal positif yang dilihat dari karakternya. Dimana meskipun memang Hanis bukan tipe targetman, namun keuletannya membawa bola dapat diacungi jempol.

Striker 22 tahun ini di lini depan, merupakan tipe pekerja keras dan sempat jadi andalan merah putih kelompok usia. Tetapi saat bermain bersama timnas senior, ia perlu punya pengalaman lebih.

  1. Ronaldo Kwateh

Ronaldo ini beru berusia 17 tahun dan ia jadi pemain penyerang paling muda yang mendapatkan panggilan untuk bertanding. Meskipun terbilang muda, namun potensinya cukup besar.

Namun untuk ketajamannya masih belum dibuktikan, karena belum mendapat peluang menciptakan gol selama bermain di Madura United. Bahkan di tim senior ini juga ia kali pertama mendapat panggilan.

Karena masih kurang pengalaman, maka ia perlu punya jam terbang lebih banyak agar dapat mematangkan penampilannya. Meskipun masih 17 tahun, mental bertandingnya juga bagus dan tidak mudah grogi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here