Home Berita Sepakbola Sriwijaya FC Yakin Cuma Numpang Lewat di Liga 2

Sriwijaya FC Yakin Cuma Numpang Lewat di Liga 2

148
0
Sriwijaya FC Yakin Cuma Numpang Lewat di Liga 2
Sriwijaya FC

Muddai menegaskan, manajemen akan berusaha keras mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya.

BERITA TERKINI – Manajemen Sriwijaya FC menyampaikan permintaan maaf setelah Laskar Wong Kito terdegradasi ke Liga 2, dan meyakini mereka kembali berkompetisi di Liga 1 pada musim 2020.

Kekalahan 2-1 dari Arema FC membuat Sriwijaya FC harus berkompetisi di kasta kedua. Direktur utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan dan fans Sriwijaya FC.

“Sebagai pemilik saham mayoritas PT SOM, saya adalah orang yang paling bertanggung jawab, dan paling berkepentingan dalam perjalanan klub asal Palembang tersebut di kompetisi Liga 1,” ujar Muddai dilansir laman resmi klub.

“Kami jelas kecewa. Kami jelas bersedih hati. Apalagi kami sudah mengerahkan pikiran dan mengeluarkan biaya untuk menjaga Sriwijaya FC di Liga 1. Atas nama Sriwijaya FC, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada mayarakat Sumatera Selatan, khususnya pecinta Klub Palembang tersebut.”

Muddai menambahkan, promosi dan degradasi menjadi warna dari sepakbola. Ia bahkan mencontohkan sejumlah klub papan atas Eropa pernah merasakan degradasi. Namun Muddai meyakini klub asal Palembang itu hanya satu musim di Liga 2.

“Kami sudah berusaha maksimal menjaga marwah Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1. Tapi kalau memang harus degradasi, inilah olahraga. Naik-turun kasta itu menjadi bagian dari seni olahraga sepakbola. Bahkan Juventus, Sampdoria, juga pernah terdegradasi di Serie A Italia,” ucap Muddai.

“Ini bukanlah akhir dari segalanya. Kami akan tetap optimis dalam berjuang untuk mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya sebagai peserta kompetisi Liga 1 pada 2020.”

“Tentu kami akan melakukan evaluasi baik dari sisi pemain maupun pelatih. Kami juga berharap kepada masyarakat untuk tidak gaduh dengan persoalan yang tidak berhubungan dengan teknis keolahragaan, karena di dunia sepakbola profesional tidak mempersoalkan siapa pemiliknya. Sebagai contoh, dari 20 klub Liga Utama Inggris, 12 klub pemiliknya bukan orang Inggris.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here