Home Sepakbola Tersangka Pengaturan Skor Bakal Adukan Lasmi Indaryani

Tersangka Pengaturan Skor Bakal Adukan Lasmi Indaryani

437
0
Lasmi Indaryani

Lasmi Indaryani bakal diadukan balik oleh dua tersangka pengaturan skor Priyanto dan Anik Yuni Kartikasari.

BERITA TERKINI¬†–¬†Kasus pengaturan skor di sepakbola Indonesia terus bergulir. Satuan Tugas Anti Mafia Bola yang dibentuk Polri pun sudah menetapkan banyak tersangka dalam kasus ini. Dua di antaranya adalah Priyanto dan Anik Yuni Kartikasari.

Mereka dijadikan tersangka setelah adanya aduan dari mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Namun seiring berjalannya waktu, Priyanto dan Anik tidak tinggal diam. Mereka pun berencana untuk mengadukan balik Lasmi.

Menurut kuasa hukum dua tersangka pengaturan skor itu, Ignatius Kuncoro, kliennya merasa hanya sebagai asisten Lasmi yang cuma menjalankan instruksi. Uang untuk anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng dan anggota Komisi Disiplin PSSI non aktif, Dwi Irianto, melalui Priyanto berasal dari Lasmi untuk melincinkan jalan Persibara promosi ke Liga 2.

Ignatius menilai, justru Lasmi menjadi otak di balik suap untuk Johar Lin Eng dan Dwi Irianto selama ini. Dalam beberapa kesempatan, Lasmi memang selalu mengaku sebagai korban pemerasan dan penipuan.

“Betul (bakal diadukan). Nanti ada saatnya. Kami juga memiliki hak mengajukan justice collaborator. Kami akan ambil itu untuk mencari kebenaran materil. Biar tahu uang itu dari siapa dan untuk apa,” kata Kuncoro.

Lebih lanjut, Kuncoro berharap polisi, hakim, dan jaksa, bisa melihat masalah ini secara jernih. Apalagi dengan pengajuan Lasmi sebagai justice collabolator.

“Iya, dia sudah mengajukan. Sekarang beradu cepat siapa dapat. Tidak bisa begitu dong. Penyidik, hakim, dan jaksa harus tahu. Jangan asal terima,” tambahnya.

Merujuk Undang-Undang RI nomor 11 tahun 1980 tentang tindak pidana suap, Lasmi berpotensi menimbulkan masalah baru. Sebab, Lasmi memiliki peran dalam skandal pengaturan skor.

Pemberi sesuatu dengan maksud membujuk agar orang itu berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugas, dan berlawanan dengan kewenangan atau kewajiban, terancam penjara lima tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here