Home Berita Sepakbola UEFA Nations League, Awal Dominasi Timnas Portugal

UEFA Nations League, Awal Dominasi Timnas Portugal

214
0
Cristiano Ronaldo Portugal

Ronaldo masih menjadi daya tarik utama, tetapi ada banyak talenta lain yang unjuk gigi sepanjang perjalanan Timnas Portugal meraih gelar UEFA Nations League.

BERITA TERKINI – Banyak hal telah berubah sejak Cristiano Ronaldo mengikuti turnamen internasional pertamanya bersama Timnas Portugal pada 2004. Kala itu mereka kalah di rumah sendiri dan Ronaldo harus rela melihat Yunani meraih Piala Eropa pertama mereka.

Dia menjadi satu-satunya pemain yang masih aktif bermain dari turnamen 15 tahun lalu itu, tetapi tim muda Portugal kini telah menjadi lebih baik daripada generasi emas yang termasyhur itu. Kali ini mereka tidak hanya mendapatkan medali perak, tetapi berhasil menjadi juara UEFA Nations League pertama sepanjang sejarah.

Mereka mungkin masih memiliki Ronaldo, 34 tahun, Jose Fonte, 35 tahun, dan Pepe, 36 tahun, tetapi kedalaman skuad Portugal sangat menakjubkan. Mereka berhasil menghasilkan pemain lebih cepat dan dengan kualitas yang lebih baik dari kebanyakan negara di Eropa, sebagaimana yang mereka buktikan ketika berhasil memenangkan dua kompetisi akbar dalam tiga tahun terakhir.

Nations League mungkin masih berada di bawah Euro dan Piala Dunia dalam skala prioritas, tetapi tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan memenangkan sebuah kejuaraan. Ini adalah skuad yang sudah menemukan ritme, dan seiring dengan raihan gelar internasional kini muncul sejumlah talenta baru.

Fernando Santos, sang pelatih, memang mahir dalam menghadapi kompetisi antarnegara. Sesuai keinginannya, dia membuat para pemain merasa nyaman dalam sejumlah sistem berbeda dengan berbagai gaya main.

Mereka bisa menguasai bola, mereka bisa bermain dengan cepat, mereka bisa bertahan dengan garis pertahanan tinggi, dan mereka juga bisa bertahan sangat dalam. Mereka memiliki kemampuan untuk memainkan bentuk permainan yang berbeda, sesuai dengan berkembangnya situasi di dalam pertandingan. Itu sebabnya, selama Portugal masih kompak di kualifikasi, mereka akan menjadi favorit untuk Euro 2020.

Pada saat rangkaian kualifikasi berikutnya bergulir, Ronaldo akan kembali hadir. Sebelumnya dia melewatkan enam pertandingan setelah Piala Dunia, sampai akhirnya kembali bermain pada pertandingan kualifikasi Maret lalu. Portugal saat ini hanya memiliki dua poin dari dua pertandingan, dan sangat membutuhkan Ronaldo untuk mencetak gol.

Bukan karena mereka hanya mengandalkan satu pemain, tetapi Ronaldo memberi begitu banyak hal hanya dengan kehadirannya di lapangan. Bohong jika mengatakan dia tidak bekerja keras atau hanya mengharapkan umpan manis di depan gawang. Dia senang untuk terlibat dalam pertandingan, memberi tekanan kepada lawan, bertahan ketika set-piece, dan hal-hal lainnya. Dengan berada di lapangan saja, Ronaldo sudah memberi ketakutan kepada para lawan.

Dia berada di sisi lapangan untuk memancing pemain belakang Belanda, ketika Goncalo Guedes berhasil mencetak gol penentu kemenangan. Pemain Valencia itu bertukar umpan dengan Bernardo Silva, sebelum mencetak gol. Playmaker Manchester City itu adalah pemain yang paling mendekati kebintangan Ronaldo jika suatu saat dia pensiun.

Namun di dalam tim, bakat-bakat kelas dunia mulai bermunculan. Santos mungkin hanya memiliki sedikit opsi di posisi bek tengah, tetapi jika bisa mendapat pasangan yang tepat untuk Ruben Dias maka mereka akan terus memenangi pertandingan. Bek 22 tahun milik Benfica itu memiliki potensi yang sama meyakinkannya dengan Matthijs de Ligt dan mampu bertahan sama baik, dengan otak maupun badannya.

Sementara itu di posisi bek sayap ada banyak opsi. Raphael Guerreiro dan Nelson Semedo sudah memperkuat klub top pada usia 25 tahun. Bek kanan Juventus Joao Cancelo, yang tengah diminati Manchester City, bahkan tidak bermain. Pemain Leicester City Ricardo Pereira, yang digadang-gadang sebagai bek kanan terbaik Liga Primer Inggris musim lalu, bahkan tidak masuk skuad.

Di lini tengah para pemain berpengalaman seperti William Carvalho dan Danilo kini ditemani oleh Bruno Fernandes, satu lagi pemain yang masuk daftar belanja banyak klub besar Eropa. Dia mampu bermain fleksibel secara taktik, cerdas dan mahir membuka ruang.

Sedangkan Ruben Neves, yang menjadi starter di semi-final, siap untuk menggantikan Joao Moutinho. Lalu ada para pemain yang sudah menjuarai Piala Eropa seperti Renato Sanches, Joao Mario, dan Andre Gomes, yang masih masuk perhitungan meskipun kali ini tidak dibawa.

Di depan, Seleccao punya bintang masa depan dalam diri Joao Felix. Meski sedikit kepayahan di awal karier internasionalnya, dengan dijaga ketat para pemain Swiss di semi-final, dia akan segera matang secara fisik untuk melakukan hal yang lebih baik dari apa yang telah dilakukannya bersama Benfica sepanjang 2019.

Ada pula Guedes, yang sekarang telah kembali ke jalurnya setelah mengalami masa sulit di Paris Saint-Germain. Andre Silva masih memiliki rekor satu gol dalam setiap dua pertandingan bersama tim nasional, serta jangan lupakan Rony Lopes dan Diogo Jota.

Portugal memiliki persediaan pemain yang mencukupi untuk satu dekade berikutnya atau lebih. Dan tidak ada tanda-tanda bahwa Porto, Sporting CP, atau Benfica akan berhenti menjadi pabrik pemain bertalenta dalam waktu dekat.

Bagaimanapun juga, dilihat dari kondisi fisiknya saat ini, Ronaldo mungkin memiliki sisa tiga atau empat tahun lagi bersama timnas. Itu mungkin cukup lama untuk memperpanjang rekor penampilan dan gol terbanyak miliknya.

Tetapi ketika dia memutuskan untuk pergi, dia akan meninggalkan kekuatan hebat di masa yang akan datang. Ronaldo boleh jadi merupakan pemain terakhir di skuad Portugal saat ini yang merasakan runner-up Euro 2004, tetapi masih ada banyak waktu sebelum tim ini mengakhiri dominasi mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here